Tampilkan postingan dengan label sastra indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2011

Meniru Yang Kreatif

Memiliki naskah yang orisinil merupakan kebanggaan dan keinginan setiap penulis. Tidak ada penulis yang mau dituduh menyontek, menjiplak, plagiat (alias tukang nyolong). Bahkan penulis yang benar benar plagiat pun akan menggeleng keras keras, sebab tuduhan itu memang tidak terhormat sekali. Wajar saja, sejak mulai bersekolah kita selalu diajarkan untuk tidak mencontek.
Sayangnya tidak semua orang bisa memiliki kemampuan untuk menulis sesuatu yang orisinil dan unik. Tidak dapat dipungkiri kemampuan setiap orang memang berbeda. Ada orang yang sanggup menulis masterpiece dalam sekejap mata. Sedangkan ada yang menulis selembar surat buat pacaranya saja, sampai menghabiskan kertas satu rim. Tulisan ini tidak akan mengajarkan bagaimana menghasilkan suatu naskah yang orisinal. Tetapi malah mengajarkan untuk menjadi peniru - namun bukan sembarang peniru - melainkan peniru yang kreatif.
Mari kita belajar dari pengalaman bangsa Jepang, bangsa yang saat ini sudah sangat maju dan menjadi tolok ukur perkembangan teknologi. Padahal kalau kita kembali ke tahun 1945, Jepang hancur lebur. Perekonomian hancur dan harga diri sebagai bangsa pun remuk redam. Tapi perlahan lahan dia mulai bangkit dengan meniru. Ia memproduksi barang yang mirip dengan buatan produk negara maju lain, tapi dengan beberapa modifikasi sederhana. Mungkin beberapa oranmg masih ingat akan tahun 1980-an ada stigma kalau “Made in Japan” adalah barang yang modelnya boleh keren tapi tidak awet. Tapi dari situ pelan pelan Jepang mulai belajar menginovasi diri, dan sekarang malah menjadi inovator yang disegani.
Jadi peniru bukanlah hal yang dilarang. Kita sendiri kan tiruan dari orang tua kita, iya kan? Kalau tidak ada yang boleh meniru, penjual ayam goreng cuma ada satu sedunia. Tetapi faktanya setiap orang bisa menjual ayam goreng dengan gaya dan bumbu ala masing masing. Namun ada syaratnya yaitu jangan jadi sembarang peniru, jadilah peniru yang kreatif. Jika kamu cuman menjiplak, ya siap siaplah untuk dihujat seluruh dunia. Untuk itu, pakai jurus jitu peniru yang kreatif yaitu strategi ATM. Strategi ini dikenal dengan baik di dunia bisnis dan dapat diterapkan di dunia tulis menulis. ATM = Amati, Tiru dan Modifikasi.
Amati
Jika kamu berminat menulis bidang tertentu, carilah beberapa buku yang laris di bidang itu. Baca, amati dan telaah apa yang mengakibatkan buku itu laris. Cari keunggulan apa yang dimilikinya. Cari tahu pula kekurangannya. Pendek kata disini kamu meneliti peluang menulis topik yang sama dengan cara berbeda
Tiru
Tentu saja kamu harus tahu etika dan sejauh mana yang bisa diambil, dikutip atau diadaptasi. Selama kamu bisa menjaga hal ini dan selama kamu tidak asal comot seperti kasus sinetron Indonesia. Sebagai panduan, yang perlu kamu tiru adalah esensi tulisan yang ingin ditiru. Seperti ketika mencoba membuat ayam goreng dengan bumbu tepung ala sendiri atau mencoba sesuatu yang liar misalnya disajikan dengan bumbu petis.
Contoh novel yang mengambil esensi cerita lain misalnya Kung Pao Chiken Loveyang ditulis oleh La Mian. Esensi atau topiknya adalah bagaimana kalau cowok yang kita cintai sebenarnya adalah mafia. Topik ini sebenarnya sudah diangkat ke dalam berbagai film, termasuk film drama asia seperti Married To The Mafia. Bahkan mungkin film ini pun terinspirasi oleh film barat Married to The Mob yang ceritanya tentang seorang gadis bule yang suaminya ternyata seorang mafia Italia. La Mian menulisnya dengan baik, mengembangkannya dengan unsur budaya Sunda, dan mencoba menusukkan gaya tulisannya sendiri. Intinya, Cobalah menulis ulang sebuah topik dengan gaya kamu sendiri. Ini penting, Jangan meniru mentah mentah teknik atau gaya orang lain. Make it personal!
Modifikasi
Kamu harus memberikan sesuatu yang baru pada apa yang kamu tulis. Berdasar pengamatan sebelumnya misalnya kamu menulis dengan sudut pandang yang berbeda, memfokuskan pada sub topik tertentu, mengadaptasi dengan nilai nilai lokal, menambahi dengan pengetahuan, membuat sanggahan atau malah dukungan pada topik tersebut dan lain lain.
Tidak semua bisa menjadi kecap nomor satu, karena memang cuma ada satu yang bisa. Inti dari tulisan ini adalah mungkin kamu tidak bisa menulis sesuatu yang orisinal, tetapi kamu bisa menulis sesuatu yang sudah pernah ditulis orang lain dengan gaya kamu sendiri, lebih baik berbeda, dan memberikan nilai tambah pada orang lain. Ingat ATM = Amati, Tiru, Modifikasi. Jangan ATP = Amati, Tiru, Persis!

Kamis, 05 Mei 2011

HARUSKAH SAYA BANGKIT??

“Kenapa harus bangkit? Saya tidak jatuh.” Bangkit tidak selamanya bagi orang yang baru saja jatuh. Bagi orang yang yang baru saja jatuh, bangkit adalah sebuah keharusan. Lalu bagaimana jika seseorang yang tidak jatuh, apakah harus bangkit juga?
Pertama: banyak orang yang tidak sadar kalau dia sebenarnya sedang jatuh. Yang kedua: bisa jadi seseorang itu tidak akan jatuh karena dia sudah berada di dasar. Dan yang ketiga: siapa pun Anda, jika ingin mengubah hidup ke kehidupan yang lebih tinggi. Jika Anda salah satu dari ketiga orang ini, maka Anda harus bangkit. Setidaknya, saya termasuk kelompok yang ketiga. Bagaimana dengan Anda?

Mimpi Buruk? Anda Harus Bangkit!

Salah satu ciri orang yang harus bangkit ialah orang yang sedang merasakan mimpi buruk dalam hidupnya. Jika kehidupan Anda serasa sebuah mimpi buruk, maka langkah satu-satunya ialah Anda harus bangun dari “tidur panjang” Anda. Anda harus bangkit.
Semua masalah Anda yang menghimpit tidak akan sirna begitu saja hanya dengan dikeluhkan. Tidak akan hilang hanya dengan dipikirkan saja. Yang harus Anda pikirkan ialah solusinya. Inilah langkah awal Anda untuk bangkit. Saat Anda sudah menemukan solusinya, langkah selanjutnya ialah bertindak.
Terlepas apakah solusi itu akan berhasil atau tidak, Anda harus tetap bertindak. Ambil langkah awal sesegera mungkin. Inilah satu-satunya cara untuk bangkit: bertindak. Bukan diam. Bukan menyerah. Bukan menunggu orang lain yang menggelar karpet merah untuk Anda. Bangkitlah! Ambillah tindakan.

Mimpi Di Siang Bolong? Anda Harus Bangkit!

Ciri kedua orang yang harus ialah mereka yang menginginkan sesuatu, tetapi keinginan itu hanya tersimpan di angan-angan. Anda ingin mobil, rumah idaman, atau ibadah haji, tetapi hanya di mulut dan di hati saja. Seolah, semua itu jauh dari Anda. Seolah itu semua hanya milik orang lain. Jika Anda memiliki pikiran seperti ini, artinya Anda harus bangkit. Jangan diam saja.
Mulailah dengan belajar atau bertanya. Sudah banyak orang yang kondisi tidak beruntung tetapi bisa mendapatkan rumah idaman, mobil, dan ibadah haji. Mungkin mereka beruntung, tetapi itu jangan sampai menghentikan Anda untuk berusaha. Jangan sampai Anda juga mengandalkan keberuntungan datang kepada Anda. Dari pada hidup hanya diisi dengan menunggu keberuntungan, akan lebih baik jika Anda bangkit menjemput keberuntungan.

Tidak Ada Perubahan? Bangkitlah!

Dan yang ketiga, jika Anda sudah lama menjalani hidup tanpa perubahan berarti, artinya ada yang salah dalam hidup Anda. Artinya: Anda harus bangkit.
Mulailah dengan mengembangkan horizon Anda. Tinggalkan cara berpikir di dalam kotak. Berpikirlah sesuatu yang baru, yang akan membawa peningkatan pada hidup Anda. Kemudian, perubahan hanya akan terjadi jika Anda bergerak.
Jika salah satu kasus diatas terjadi pada diri Anda, maka satu kata ini penting bagi Anda: bangkit!

Selasa, 03 Mei 2011

IBU

Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada TUHAN :
•bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah”
•TUHAN : “aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu”
•bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”
•TUHAN : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”
•bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”
•TUHAN : “malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”
•bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya”?
•TUHAN : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”
•bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi”
•TUHAN : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya”
•bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?
•TUHAN : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”

Cangkir dan Kopi

Dlm sebuah acara reuni, bbrp alumni Univesitas Barkeley, California menjumpai dosen kampus mrk dll.
Melihat para alumni tsb ramai2 membicarakan kesuksesan mrk, profesor tsb sgr ke dapur & mengambil seteko kopi panas & bbrp cangkir kopi yg berbeda-beda. Mulai dr cangkir yg terbuat dr kristal, kaca, melamin dan plastik. Profesor tsb menyuruh para alumni utk mengambil cangkir & mengisinya dgn kopi.

Setelah masing2 alumni sdh mengisi cangkirnya dgn kopi, profesor tsb berkata, “Perhatikanlah bhw kalian semua memilih cangkir2 yg bagus & kini yg tersisa hanyalah cangkir2 yg murah & tdk menarik. Memilih hal yg terbaik adalah wajar & manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tdk mendptkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang org lain & mulai membandingkan cangkir kalian. Pikiran kalian terfokus pd cangkir,  padahal yg kalian nikmati bknlah cangkirnya melainkan kopinya.”
Hidup kita spt kopi dlm analogi tsb di atas, sdgkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan & harta benda yg kita miliki.

Pesan moralnya:
Jgn pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting. Jgn berpikir bhw kekayaan yg melimpah, karier yg bagus & pe -kerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagiaan. Itu konsep yg sgt keliru.
Kualitas hidup kita ditentukan oleh “Apa yg ada di dalam”  bukan “Apa yg kelihatan dari luar”. Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tdk pernah merasakan damai, sukacita & kebahagiaan di dalam kehidupan kita? Itu sgt menyedihkan, krn itu sama spt kita menikmati kopi basi yg disajikan disebuah cangkir kristal yg mewah & mahal.

“Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.”

Senin, 28 Maret 2011

PERKEMBANGAN SASTRA DI INDONESIA

Dijajah Jepang selama 3,5 tahun merupakan pengalaman penting dalam sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sastra pada khususnya. Bahasa Indonesia tadinya dihindari Belanda agar jangan resmi menjadi bahasa persatuan, oleh orang Jepang bahasa Indonesia dijadikan satu-satunya bahasa yang harus dipergunakan di seluruh kepulauan.
Dengan makin intensifnya penggunaan bahasa Indonesia di kepulauan Nusantara, sastra Indonesia pun mengalami intensifikasi juga. Keimin Bunka Shindomerupakan kantor pusat kebahasaan yang dibentuk oleh Jepang. Selain itu, Jepang juga mengadakan perkumpulan sandiwara dibawah P.O.S.D (Perserikatan Oesha Sandiwara Djawa ) .

Pada masa penjajahan Jepang banyak orang menulis sajak, cerpen, dan sandiwara. Sedangkan roman kurang diterbitkan hanya dua Cinta Tanah Air, karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra.
Pada masa inilah bahasa Indonesia mengalami pematangan, seperti tampak pada sajak Chairil Anwar dan prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, tetapi telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa. Usaha inilah yang menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi Indonesia yang hampir tak terbatas. Bahasa sajak Khairil Anwar bukan lagi bahasa buku yang terpisah dari kehidupan, tetapi bahasa sehari-hari yang menulang-sumsum, membersit spontan.
Kehidupan yang morat-marit juga mengajar para pengarang supaya belajar hemat dengan kata-kata. Setiap kata, kalimat, setiap alinea ditimbang dengan matang, baru disodorkan kepada pembaca. Juga segala superlativisme dan perbandingan yang penuh retorika yang menjadi cirri dan kegemaran para pengarang pujangga baru telah ditinggalkan.
Selanjutnya, coba Anda cari tahu, siapa-siapa penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu? Informasi lengkap tentang perkembangan sastra Indonesia pada periode 1942-1945 tersedia di www.geocities.com/daudp65.
Tahun 30-an
Pada tahun ini fiksi populer kembali menghangat, dengan banyaknya terbitan “roman Medan” yang R. Roolvink menyebutnya “roman pictjisan”. Sebenarnya mengapa di sebut picisan? Karena di jualnya juga se picis (sepuluh Sen).

Tahun 50-an
Yang sangat menonjol pada saat itu yaitu karya Motinggo Busye. Dan cerita-cerita silat. Karya-karya yang diterbitkanpun, kebanyakan karya-karya tahun 30-an yang belum sempat diterbitkan saat itu. Karya-karya pada saat itu penuh dengan propaganda, untuk mengganggu status kuo Jepang pada saat itu. Karya tahun 50-an hingga 70-an yang lebih mendominasi adalah cerita sex.


Tahun 70-an
Pada tahun 70-an, pertumbuhan penulis perempuan begitu pesat dan mendominasi karya-karya yang terbit. Mengapa perempuan yang mendominasi? karena Ketika industri mulai hidup, kaum wanita mulai bangkit (emansipasi). Hal ini dipengaruhi oleh budaya barat yang masuk ke Indonesia. Didukung juga oleh penerbit-penerbit yang berlabel wanita. Seperti majalah Femina (mulai terbit pada tanggal 18 September 1972) dan majalah kartini, yang didirikan oleh Lukman Umar. Majalah Kartini pertamakali diterbitkan pada tahun 1973 dan sangat populer di Indonesia.

Tahun 90-an
Pada tahun ini sastra populer sangat bergairah, tetapi yang lebih menonjol adalah sastra remajanya. Majalah-majalah remaja begitu di gandrungi. di tahun 90-an ini juga cerita Lupus semakin populer. Tapi perlu diketahui juga sastra serius mulai bangkit, ini terlihat dengan beralihnya sastra koran pada sastra serius, sehingga sastra populer dan serius mulai berbaur.

Minggu, 28 November 2010

FIKSI & NON-FIKSI

Karya tulis dapat dibedakan menjadi fiksi dan nonfiksi. Karya fiksi dapat berupa cerita pendek (cerpen), cerita bersambung (cerbung), novel, novelet, roman dan puisi. Karya fiksi bersifat fiktif yang dipengaruhi oleh imajinasi dan perasaan pengarang, tapi masih berpijak pada kebenaran rasional. Biasanya karya fiksi disebut juga karya sastra, yang dapat diterbitkan dalam majalah, tabloid, koran maupun berbentuk buku. Karya nonfiksi dapat berupa paper, tesis, laporan, artikel ilmiah, reportase, karya tulis jurnalisme, artikel dan kolom. Karya nonfiksi dilandasi fakta, pengalaman objektif (kisah nyata), penelitian, pemikiran atau analisis dari suatu masalah. Karya nonfiksi biasanya diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, dan buku. Karya fiksi seperti cerpen, cerbung, novel dan roman memiliki ciri, yaitu:
1. Memiliki gagasan berupa ide yang akan diuraikan dalam cerita.
2. Memiliki alur/plot, yakni jalinan peristiwa sehingga tergambar urutan kejadian.
3. Penokohan yang merupakan pencitraan dari tokoh yang diceritakan.
4. Latar (setting) yang menjelaskan mengenai dimensi ruang dan waktu serta suasana dalam sebuah cerita.
5. Sudut pandang kepenulisan, berupa posisi penulis dalam cerita.
Penulis bisa menjadi tokoh maupun narator yang menjelaskan cerita. Sedangkan karya nonfiksi seperti karya tulis dan artikel ilmiah memiliki ciri sebagai berikut:
1. Memiliki ide yang ditulis secara jelas dan logis serta sistematis.
2. Mengandung informasi yang sesuai dengan fakta.
3. Menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada.
4. Motivasi, rancangan dan pelaksanaan penelitian yang tertuang jelas.
5. Penulis memberikan analisis dan interpretasi intelektual dari data yang diketengahkan dalam tulisannya. Pemilihan kata dan gaya penulisan dapat mencerminkan jenis karya yang ditulis. Gaya penulisan karya fiksi cenderung membolehkan penggunaan kata-kata yang tidak baku, sehingga ide cerita dapat mengalir dan mudah ditangkap pembaca. Untuk karyanon fiksi diharuskan menggunakan kata baku sesuai dengan kamus umum Bahasa Indonesia. Karya nonfiksi harus memakai bahasa berciri tepat, singkat, jelas, resmi dan teratur agar efektif.

Sebelum kamu Mengeluh

Sebelum Kamu Mengeluh...

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam
hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman
hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya
mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak
mengerjakan tugasnya,
pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka
mempunyai pekerjaan seperti anda

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa...

Kita semua menjawab kepada Tuhan dan ketika kamu sedang bersedih dan
hidupmu dalam kesusahan,
tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup!

Life is a gift
Live it...
Enjoy it...
Celebrate it...
And fulfill it.

Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya. ...

It's true you don't know what you've got until it's gone
(Kamu tidak tahu apa yang telah kamu dapatkan sampai semua hal itu lenyap)
but it's also true You don't know what you've been missing until it
arrives!!!
(Kamu tidak tahu apa yang telah hilang dalam hidupmu sampai sesuatu itu
datang kepadamu)

(Anonim)

Tips Menerbitkan Novel (Part 2)

Banyak orang yang salah tujuan dalam membuat novel. Mungkin benar seandainya kita 
membuat novel nantinya pasti ingin kita terbitkan dan kenyataan yang harus dihadapi kalau 
menerbitkan sebuah novel itu ternyata susah dan buat pemula pasti sering menyerah dan 
berputus asa ketika karyanya tidak lolos seleksi penerbit. 

Ok kita tinggalkan dulu pembahasan tadi. Bila kalian yang membaca ini adalah seorang penulis 
amatir yang baru belajar membuat novel, satu hal yang perlu kalian ingat "Jangan menulis 
novel untuk penerbit" maksudnya banyak sekali orang bermimpi menghasilkan sebuah novel 
yang bisa diterbitin dan membuat kita menjadi langsung terkenal. Bermimpi seperti itu boleh 
saja tapi harus diingat bahwa kenyataannya kalian masih "pemula". Dalam kenyataan tidak ada 
kesuksesan yang instan butuh sebuah latihan berkali-kali bahkan sering gagal itu adalah suatu 
kewajaran. 

Saya tidak akan membahas secara teknik penulisan yang mudah dalam membuat novel karena 
saya sendiri bukan atau bisa dibilang juga tidak ngerti dengan EYD atau bagaimana menulis 
yang baik. Langsung saja ini tips dari saya buat kalian yang ingin bisa membuat novel (bukan 
tips membuat novel yang langsung terkenal : 

1. Menulislah untuk orang yang kalian sayang, misalkan orang tua atau pacar atau sahabat 
kalian. Seperti yang saya bilang tadi jangan menulis untuk penerbit karena karya yang hebat itu 
terlahir dari sebuah niat tulus dari pembuatnya, contohnya Laskar pelangi yang awal niatnya 
hanya untuk hadiah gurunya, malah menjadi buming seperti sekarang. Sebenarnya intinya 
bukan itu sih, ketika kita membuat karya untuk orang yang kita sayangi maka kita akan memiliki 
sebuah power tambahan untuk bisa menyelesaikan karya novel kita, karena membuat novel itu 
butuh kesabaran, komitmen menyelesaikan dan terus berpikir kreatif untuk menemukan ide-ide 
baru sehingga novel yang kita buat nantinya bisa baik. 

2. Tulislah apa yang ada dipikiran kalian, jangan memikirkan apakah ide yang muncul di 
kepala itu bagus atau tidak. Kalau ada ide langsung tulis, baru kalau sudah selesai cerita yang 
kita buat, kita lakukan revisi dan pengeditan. 

3. Tetap komitmen untuk menyelesaikan novel kita. Jujur pengalaman saya membuat novel 
pendek sepanjang 130 halaman butuh waktu empat bulan dan pada bulan pertama novel yang 
saya buat terhapus dari laptop dan parahnya lagi data filenya tidak bisa direcovery akhirnya 
buat lagi dari awal. Karena saat itu saya membuat novel itu untuk hadiah cewek yang saya 
suka jadi mau gak mau harus diselesaikan. Singkat cerita novel itu jadi. 

4. Nah setelah cerita novel yang kita buat jadi lalu apakah harus berhenti begitu saja? Banyak 
penulis pemula yang setelah menyelesaikan novelnya berhenti pada tahap ini, sebenarnya hal 
ini adalah sebuah kesalahan. Kenapa? 

Setelah selesai menulis pasti berencana untuk menerbitkannya. lalu karya itu dikirim ke 
penerbit dan parahnya novel ditolak lalu kecewa dan membuat novel lagi! Oya setelah selesai 
menulis sebaiknya kalian jadikan novel yang kalian tulis ini menjadi sebuah buku, maksudnya? 
Jadikan benar-benar buku seperti novel yang dijual di toko dan kalian harus membuat sendiri 
mulai dari desain covernya, ngeprint dan kalau jilidnya minta tolong ke tukang fotokopi biar 
bagus. Apa gunanya? Kalau boleh saya bilang itu sangat berguna menjadikan novel yang kita 
tulis menjadi sebuah buku. Banyak yang putus asa membuat novel karena mereka tidak 
mendapatkan hasil yang nyata. Ketika kita menjadikan novel yang kita buat dalam sebuah buku 
kita akan merasakan sebuah hasil yang nyata dan terlihat walaupun masih belum bisa lolos 
seleksi penerbit. 


Kita akan memiliki kumpulan novel-novel kitayang tersimpan rapi dirak buku 
dan akan membuat kita bangga dan percaya diri untuk menulis lagi dan ketika kita bisa 
menyelesaikan satu tulisan maka kemampuan kita akan bertambah dan karya yang tercipta. 
Semoga bermanfaa tips membuat novel ini.Tips ini sebenarnya pengalaman saya dalam 
membuat novel untuk pertama kalinya. 

Tips Menerbitkan Novel (Part 1)

Ini termasuk pertanyaan yang sering ditanyakan. Bagaimana awal mula saya jadi penulis? Gimana novel saya bisa diterbitkan?
Beberapa penanya mungkin sekadar pengin tahu, namun beberapa yang lain, saya yakin bertanya karena ingin jadi penulis yang karyanya diterbitkan.
ok,, kita bahas cara-cara yang bisa kamu tempuh:
  1. Lomba. Penerbit atau media masa biasa menggeler lomba untuk mencari naskah dengan kriteria tertentu atau tujuan lainnya (tanggung jawab sosial untuk mengembangkan bakat remaja misalnya). Enaknya ikut lomba adalah: naskahmu pasti dibaca. Jika menang, selain naskahmu akan diterbitkan, kamu juga bakal dapat hadiah. Cermati saja pengumuman lomba-lomba ini lewat internet atau media masa. Banyak kok. Beberapa media massa –seperti majalah Femina—bahkan menggelar lomba menulis cerpen/ cerbung sebagai event tahunan mereka. Nggak Cuma lomba cerpen lho, tapi juga ada lomba menulis puisi, resensi, hingga skenario.
  1. Melalui jalur normal. Alias kamu kirimkan naskahmu ke penerbit di luar lomba. Ini justru cara yang paling gampang dan tidak terikat periode atau pun tema tertentu. Juga tidak persyaratan khusus –seperti batasan umur misalnya--. Ingat, penerbit butuh naskah setiap saat. Jika naskahmu cocok, tentu mereka akan dengan senang hati menerbitkannya.
  1. Melalui ‘naskah hunting’. Penerbit juga biasa berburu naskah. Apalagi untuk non-fiksi. Misalnya ketika mereka butuh naskah tentang cara menggunakan facebook, mereka akan mencari penulis yang bisa menyediakan naskah tersebut. Tentunya penerbit akan mencari calon penulis yang kiprahnya lumayan banyak.
Masalahnya, gimana dong agar nama kita termasuk yang diburu penerbit? Banyak-banyaklah menulis. Dan supaya tulisanmu ‘terdengar’, pasanglah tulisanmu di internet, misalnya di blog. Atau kirimkan ke media massa. Makin terekspos tulisanmu, makin besar pula kans penerbit untuk mengetahuinya.
Bisa jadi lho blogmu dilirik oleh penerbit dan karena dinilai oke, blogmu bakal diterbitkan. Eits, ini tidak sebatas pada blog yang berupa tulisan fiksi, tapi juga blog yang berisi kisah lucu, tips-tips kecantikan, komik strip, sampai kumpulan resep.
Mungkin penerbit tidak tertarik pada temamu, tapi bisa jadi mereka menilai gayamu menulis bagus, hingga mereka memesan naskah padamu.
  1. Koneksi. Punya kenalan editor majalah? Atau karyawan di penerbitan? Coba dekati mereka. Cari tahu apa yang dibutuhkan oleh majalah atau penerbit tersebut. Cobalah kamu berdiskusi dan tawarkan tulisanmu jika memang cocok. Ih, kok KKN? Nggak juga, toh kamu tidak menyuap di sini. Penerbit juga tidak akan gegabah menerbitkan novel yang buruk hanya semata karena penulisnya kenal dengan si editor.
  1. Klub. Cukup banyak perkumpulan penulis di dunia maya maupun nyata yang bisa menampung naskah para anggotanya. Klub ini bisa berupa klub jurnalistik di sekolah, klub cerpenis di internet, hingga kursus penulisan skenario.
Mereka bisa mengumpulkan naskah dan mengirimnya ke penerbit untuk diterbitkan –baik melalui seleksi alami atau kerja sama terentu—atau bila memang memiliki dana yang cukup, klub tersebut bisa menerbitkan karya anggotanya secara mandiri. Jadi, jangan ragu untuk ikut klub penulis. Selain nambah teman, nambah wawasan, bisa juga lho naskahmu diterbitkan,
Menerbitkan sendiri. Kalau memang ada dana dan energi yang cukup, kenapa tidak kamu terbitkan sendiri naskahmu? Paling gampang ya difotokopi dan dijilid dengan sederhana. Bagus lagi bila dicetak dengan mesin cetak. Kemudian edarkan sendiri! Dee (Dewi Lestari) sukses menerbitkan Supernova dengan cara ini.