Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

HARUSKAH SAYA BANGKIT??

“Kenapa harus bangkit? Saya tidak jatuh.” Bangkit tidak selamanya bagi orang yang baru saja jatuh. Bagi orang yang yang baru saja jatuh, bangkit adalah sebuah keharusan. Lalu bagaimana jika seseorang yang tidak jatuh, apakah harus bangkit juga?
Pertama: banyak orang yang tidak sadar kalau dia sebenarnya sedang jatuh. Yang kedua: bisa jadi seseorang itu tidak akan jatuh karena dia sudah berada di dasar. Dan yang ketiga: siapa pun Anda, jika ingin mengubah hidup ke kehidupan yang lebih tinggi. Jika Anda salah satu dari ketiga orang ini, maka Anda harus bangkit. Setidaknya, saya termasuk kelompok yang ketiga. Bagaimana dengan Anda?

Mimpi Buruk? Anda Harus Bangkit!

Salah satu ciri orang yang harus bangkit ialah orang yang sedang merasakan mimpi buruk dalam hidupnya. Jika kehidupan Anda serasa sebuah mimpi buruk, maka langkah satu-satunya ialah Anda harus bangun dari “tidur panjang” Anda. Anda harus bangkit.
Semua masalah Anda yang menghimpit tidak akan sirna begitu saja hanya dengan dikeluhkan. Tidak akan hilang hanya dengan dipikirkan saja. Yang harus Anda pikirkan ialah solusinya. Inilah langkah awal Anda untuk bangkit. Saat Anda sudah menemukan solusinya, langkah selanjutnya ialah bertindak.
Terlepas apakah solusi itu akan berhasil atau tidak, Anda harus tetap bertindak. Ambil langkah awal sesegera mungkin. Inilah satu-satunya cara untuk bangkit: bertindak. Bukan diam. Bukan menyerah. Bukan menunggu orang lain yang menggelar karpet merah untuk Anda. Bangkitlah! Ambillah tindakan.

Mimpi Di Siang Bolong? Anda Harus Bangkit!

Ciri kedua orang yang harus ialah mereka yang menginginkan sesuatu, tetapi keinginan itu hanya tersimpan di angan-angan. Anda ingin mobil, rumah idaman, atau ibadah haji, tetapi hanya di mulut dan di hati saja. Seolah, semua itu jauh dari Anda. Seolah itu semua hanya milik orang lain. Jika Anda memiliki pikiran seperti ini, artinya Anda harus bangkit. Jangan diam saja.
Mulailah dengan belajar atau bertanya. Sudah banyak orang yang kondisi tidak beruntung tetapi bisa mendapatkan rumah idaman, mobil, dan ibadah haji. Mungkin mereka beruntung, tetapi itu jangan sampai menghentikan Anda untuk berusaha. Jangan sampai Anda juga mengandalkan keberuntungan datang kepada Anda. Dari pada hidup hanya diisi dengan menunggu keberuntungan, akan lebih baik jika Anda bangkit menjemput keberuntungan.

Tidak Ada Perubahan? Bangkitlah!

Dan yang ketiga, jika Anda sudah lama menjalani hidup tanpa perubahan berarti, artinya ada yang salah dalam hidup Anda. Artinya: Anda harus bangkit.
Mulailah dengan mengembangkan horizon Anda. Tinggalkan cara berpikir di dalam kotak. Berpikirlah sesuatu yang baru, yang akan membawa peningkatan pada hidup Anda. Kemudian, perubahan hanya akan terjadi jika Anda bergerak.
Jika salah satu kasus diatas terjadi pada diri Anda, maka satu kata ini penting bagi Anda: bangkit!

Senin, 02 Mei 2011

Hidup Adalah Pilihan

Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam2 di tanah ini dan menjulangkan tunas2ku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk2 daunku"...Dan bibit itupun tumbuh,makin menjulang...

Bibit yang kedua berguman..."Aku takut,jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana.Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,bukankah nanti keindahan tunas2ku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput2 mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.

Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon2 yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan,kebimbangan2 yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan2 untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup.
Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah..Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak... 

2 Manusia Super

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi
tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan….

Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :

Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super.
Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira
delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.
Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung
jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan
lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan
ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan
Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.

Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta.

" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .

" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .

" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang "sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om, bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !".

" eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.

Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya ,"Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras

" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.

" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue

" Buat apa ?" saya terbengong

" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .

Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.

"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain
menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.

Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.

YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.


Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita.

"Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"

Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya untuk lebih SUPER

Janji Sang Optimis



Aku berjanji: menjadi kuat sehingga tak ada yang bisa mengganggu ketenangan pikiranku.

Aku berjanji: selalu berbicara tentang kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan kepada setiap orang yang aku temui.

Aku berjanji: membuat semua temanku merasa ada sesuatu yang berharga dalam diri mereka.

Aku berjanji: melihat sisi baik segala sesuatu dan mewujudkan optimismeku.

Aku berjanji: berpikir hanya yang terbaik, bekerja hanya untuk yang terbaik, dan mengharapkan hanya yang terbaik.

Aku berjanji: bersikap sama bersemangatnya tentang kesuksesan orang lain seperti tentang kesuksesanku sendiri.

Aku berjanji: melupakan kesalahan masa lalu dan terus maju dalam pencapaian yang lebih besar di masa depan.


Aku berjanji: berwajah ceria setiap saat dan tersenyum kepada setiap makhluk hidup yang aku temui.

Aku berjanji: memberikan begitu banyak waktu untuk perbaikan diri sendiri sehingga aku tak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain.


Aku berjanji: menjadi terlalu bijaksana untuk khawatir, terlalu mulia untuk marah, terlalu kuat untuk takut, dan terlalu bahagia untuk membiarkan ada masalah.

Aku berjanji: berpikir baik tentang diri sendiri dan menyatakan fakta ini pada dunia, bukan dengan perkataan sombong tapi dengan tindakan yang mulia.

Aku berjanji: hidup dengan keyakinan bahwa seluruh dunia memihakku selama aku selalu memberikan upaya terbaikku.

Aku berjanji: melaksanakan semua janjiku dengan segenap keyakinanku, jiwa dan ragaku.

Rabu, 23 Februari 2011

ARTI KESEPIAN

Pada waktu-waktu tertentu, seringkali kita merasa kesepian. Rasa sepi bisa juga muncul di saat kita berada di tengah keramaian. Perasaan sepi ada kaitannya dengan berubahnya keadaan dalam kehidupan kita. Kehilangan seseorang yang berarti, sahabat-sahabat sudah berganti status atau pindah tempat tinggal, ataupun jauh dengan keluarga.
Kesepian yang kita alami sejatinya bukan karena kita benar-benar sendiri, melainkan adanya dorongan perasaan yang membentuk persepsi tentang perbedaan diri kita dengan lingkungan sosial kita. Menurut John T. Cacioppo, seorang ilmuwan syaraf yang telah mempelajari isolasi manusia dan koneksi selama tiga decade, kesepian bukan aktualisasi dari kesendirian melainkan persepsi seseorang tentang isolasi sosial, sehingga apa yang dilihatnya seolah-olah membuatnya berbeda, terasing dari orang-orang di sekitarnya meskipun kenyataannya tidak seperti yang dipikirkannya.
Tanpa disadari, kita mungkin sering merasa sedih, sendiri dan terasing di saat kita tahu bahwa sahabat-sahabat kita sering update status atau berkumpul di situs-situs jejaring sosial, mengadakan reuni atau sekedar bertemu di acara tertentu yang enggan kita ikuti. Perasaan seperti ini biasanya dipicu oleh persepsi tadi, “saya berbeda dengan mereka”. Faktornya, mungkin karena kita belum berubah status, belum menikah dan berkeluarga, belum sesukses mereka dan factor-faktor lain yang berhubungan dengan dominasi perasaan. Padahal, apa yang kita persepsikan tidak sepenuhnya benar. Karena itu, kesepian yang kita rasakan sejatinya merupakan respon psikologis dan fisiologis atas perubahan keadaan.
Kesepian yang kita rasakan bisa diatasi karena setiap individu memiliki kekuatan untuk memandang sesuatu dan mengubah cara pandangnya tersebut. Mengatasi kesepian bisa dikatakan seni menyeimbangkan persepsi dengan memperhatikan beberapa faktor berikut :
- Memahami dan menganalisa gejala yang muncul dalam diri kita. Kesepian jangan selalu diartikan dengan kesedihan, depresi, ketakutan atau kejenuhan. Setiap gejala bisa saja berbeda. Dengan memahami pemicunya, intensitas dan frekuensi kemunculannya, serta efek yang berpengaruh terhadap diri kita, kita bisa lebih siap mengatasi rasa kesepian itu atau bahkan menghindarinya jika akan berakibat destruktif.
- Mengubah gaya hidup kita dengan tidak melakukan kegiatan yang akan semakin menekan kita ke dalam rasa kesepian. Mengajak teman atau saudara untuk makan bersama, makan di luar, menonton film di bioskop atau bertegur sapa dengan tetangga bisa menjadi sesuatu yang membuat hidup kita berbeda. Awalnya, mungkin akan terasa sulit, tetapi hal-hal yang sederhana itu bisa memotivasi kita untuk bisa memahami dan menyelami beberapa jenis aktivitas sosial bahkan membantu memecahkan pola isolasi yang kita persepsikan. Memulai perubahan-perubahan kecil dalam keseharian kita akan berdampak pula terhadap perasaan dan cara pandang kita.
- Ketemuan, ngobrol secara langsung dengan teman-teman dari dunia maya (kopi darat). Sesekali bertemu dengan teman chatting, mengobrol dengan teman-teman baru bisa menjadi penawar kesepian. Berselancar di dunia maya memang bisa menjadi alternative sosial, tetapi tanpa adanya interaksi langsung rasa tidak akan banyak berpengaruh untuk mengatasi kesepian. Tatap muka, ekspresi dan suara secara humanis tetap tidak bisa tergantikan 100 persen oleh media teknologi.
- Berolah raga. Selain baik untuk kesehatan tubuh, olah raga juga dapat membantu menyeimbangkan faktor emosional dan psikologis kita. Saat ini banyak jenis olah raga yang memadukan olah tubuh dengan hal-hal yang bersifat meditasi, seperti yoga, spin atau latihan pernafasan. Jenis-jenis olah raga seperti ini memiliki efek mengubah pikiran, sehingga bisa berdampak pula terhadap kondisi perasaan kita. Ketika pikiran positif, perasaan juga akan semakin terasa lega. Karena itu, jenis-jenis olah raga seperti ini seringkali mengubah cara berpikir orang, membuat seseorang merasa bahagia dengan dirinya dan merasa menemukan eksistensi dirinya.
- Selalu mengingat bahwa kualitas jauh lebih penting. Kehidupan tidak hanya untuk sekedar mencapai popularitas sosial, tetapi ada tugas-tugas kemanusiaan tertentu yang menuntut kualitas kepribadian kita. Pengakuan lingkungan memang kita butuhkan, tetapi kita tak perlu merasa harus selalu sama seperti orang lain, merasa harus selalu lebih daripada orang lain dan tidak siap dengan kekurangan diri. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa yang terlihat bagus untuk orang lain, belum tentu baik untuk kita. Kualitas kepribadian kita akan menunjukkan siapa kita. Berbicara, bercerita, bertukar pikiranlah dengan orang terdekat yang benar-benar layak dipercaya atau membuat kita nyaman. Hal ini bisa membuat kita merasakan pencerahan dan membantu mengatasi kesepian.
- Menghilangkan dan menghindari rasa bersalah. Kesepian bukan semata-mata karena kita sendirian. Sebagai manusia, kita seringkali membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, merenung, dan menyepi sendiri. Di saat seperti itu, jangan merasa bersalah atau merasa mendapatkan tekanan sosial. Biarkan diri kita menempati ruang yang dibutuhkan, sehingga kita mampu mengartikan diri kita secara utuh, bukan atas persepsi “keharusan sosial” semata.
- Memiliki dan merealisasikan nilai-nilai spiritualitas melalui kegiatan ibadah dan do’a. Disadari atau tidak, kesepian itu seringkali timbul karena adanya kekosongan batin, kehampaan hubungan vertical dengan Yang Maha Kuasa. Keyakinan akan Sang Pencipta merupakan sebuah keharusan yang pada akhirnya akan menuntun kita kepada ketenangan, kepasrahan dan mengingat tujuan hidup kita. Banyak mengingat-Nya akan membuat hati kita tenang, sehingga rasa kesepian tidak menjadi malapetaka bagi kehidupan kita.

Rabu, 01 Desember 2010

MENIKMATI PEKERJAAN YANG TAK SEINDAH YANG DIBAYANGKAN

Kalau semua orang, setelah lulus dari universitas, lantas mendapatkan pekerjaan sesuai dengan harapan dan cita-citanya, maka betapa indahnya hidup ini. Tapi, hal seperti itu hanya terjadi dalam dunia ideal. Sedangkan dalam kenyataan sehari-hari, kehidupan lebih sering berjalan jauh dari situasi yang kita idealkan. Sudah bukan cerita baru lagi kalau banyak lulusan teknik yang akhirnya, karena berbagai faktor dan keadaan yang memaksa, bekerja di bank atau lulusan pertanian ujung-ujungnya menjadi wartawan.

Barangkali Anda termasuk karyawan yang diam-diam merasa tidak menyukai pekerjaan Anda. Penyababnya bisa banyak hal. Namun, apa pun itu, yang jelas itulah kenyataan yang Anda hadapi saat ini. Berhentilah mengeluh, dan mulailah untuk belajar menyadari bahwa Anda tidak bisa terus-menerus buang-buang waktu dengan menyesali apa yang telah terjadi. Sebab, kadang, pada kenyataannya, sebanyak apa pun keluhan Anda toh, keberanian untuk berhenti dan mencari pekerjaan lain yang sesuai keinginan, tak kunjung Anda miliki.

Lebih-lebih, dalam situasi krisis seperti sekarang, mencari pekerjaan sulit dan bahkan banyak terjadi PHK, mungkin Anda akan semakin tenggelam dalam kubikel meja kerja Anda dan menelan ketidaksukaan Anda pada pekerjaan yang harus Anda jalani sehari-hari. Mau tidak mau. Nasihat paling gampang, tentu, terimalah kenyataan. Tapi, Anda pasti akan mengejar lagi, setelah itu apa? Baiklah, mudah-mudahan tips berikut ini cukup membantu:

1. Sadarilah, untuk mencapai suatu kesuksesan orang harus mampu melakukan dengan baik hal-hal yang tidak disukai, termasuk pekerjaan. Bersikaplah profesional, konsisten dengan kinerja yang bagus. Bila Anda menonjol di antara teman-teman sekantor, mungkin Anda akan merasa lebih terpacu untuk mencintai pekerjaan Anda.

2. Berusahalah untuk melihat suatu pekerjana bukan semata-mata sebagai hasil, melainkan lebih pada prosesnya. Rasakan dan nikmati proses itu. Anda akan belajar banyak hal dari sana.

3. Berpikirlah ke depan. Lihat apa yang Anda lakukan sekarang ini dalam tatapan jangka panjang. Yakinlah bahwa apa yang Anda kerjakan saat ini akan bermanfaat dan memberi konstribusi pada masa depan Anda nanti --sebagai apa pun dan di mana pun Anda di masa yang akan datang.


4. Libatkan diri Anda dalam pergaulan yang seluas-luasnya dalam lingkungan kerja. Nikmati interaksi dengan orang lain. Belajarlah dari tim bagaimana menyelesaikan masalah bersama. Jangan lewatkan kesempatan untuk terlibat dalam urusan-urusan dengan klien, bertemu orang baru, saling tukar kartu nama dengan kolega-kolega.

5. Selalu berpikir positif. Barangkali ini agak klise tapi, konteksnya begini: jadikanlah situasi yang menekan (karena Anda tidak suka dengan pekerjaan Anda) itu sebagai peluang.
Berpikirlah bahwa ini semua tantangan bagi Anda.