Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

Kasih Sayang Seorang IBU

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Rabu, 06 April 2011

KISAH KASIH SEORANG IBU

Seorang ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si Ibu bertanya “itu burung apa yang berdiri disana??”
”Bangau Mama” anaknya menjawab dengan sopan.

Tak Lama kemudian si Mama bertanya lagi.
”itu yang warna putih burung apa?”
Sedikit kesal anaknya menjawab ”ya bangau mama?..”

Kemudian Ibunya kembali bertanya
”Lantas itu burung apa?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang..
Dengan nada kesal si anak menjawab ”ya bangau mama..kan sama saja!! Emang mama gak liat dia terbang!!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..
“Dulu 26 Tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yang sama untuk mu sebanyak 10 kali..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali..”

Si anak terdiam dan memeluk mamanya..

Pernah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita?
Sayangilah mama/ibu mu dengan sungguh-sungguh karena sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

*pernah kita ngomelin dia(Ibu)?
”Pernah”

*Pernah kita cuekin dia(Ibu)?
”pernah”

*Pernah kita berfikir apa yang dia(Ibu) pikirkan?
”nggak?”



*Sebenarnya apa yang dia pikirkan?
”Takut”
-         Takut ga bisa liat kita tersenyum, nangis atau ketawa lagi.
-         Takut ga bisa ngajar kita lagi.

Semua itu karena waktu dia singkat. Saat mama/papa menutup mata, ga akan lagi ada yang cerewet.
Saat kita nangis manggil-manggil dia, apa yang dia bales?
”dia cuma diam”
Tapi bayangannya tetap di samping kita dan berkata : “anakku jangan nangis, mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang kamu”

*Dedicated untuk seluruh orang tua kita.

Selasa, 05 April 2011

IBU KU SEORANG PEMBOHONG

Sebelum berkomentar baca dulu dengan benar yah..
Tidak sengaja saya lihat- lihat trit di forum sebelah, ada satu artikel yang membuat saya langsung menangis.
Kisahnya hampir sama dengan apa yang saya alami. berikut tulisannya...

PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.

Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan.

Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata :”Makanlah nak ibu tak lapar.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi. Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.

Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.

Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu

terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!!”

PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.

Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu. Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.

Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.

Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang.”

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN .

Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.”

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali.
Anda beruntung karena masih mempunyai ibu dan ayah. Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, ‘Ibu,saya sayang ibu.’ Tapi tidak saya, hingga
kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…..

di kutip dari :  http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7079786 

Dulu sewaktu ibu saya masih hidup, ibu terkadang mengeluh kalau dia selalu kapanasan kalau tidur.
Mungkin cuma itu kejujuran ibu yang pernah aku dengar . Biasanya beliau tidak pernah berkeluh kesah.
Selalu saja tutupi semuanya di depanku.

Begitu saya ada rejeki, saya buat kamar mirip rumah kecil di belakang rumah. saya pasang AC di sana. saya belikan tempat tidur yang empuk. saya ingin ibu bisa tidur senyaman mungkin.
Lalu apa yang terjadi ...ibu menangis memeluk aku.
dia bilang "heksa, ibu bangga punya anak seperti kamu"

Besoknya dia pamerkan kamar barunya kepada tetangga sambil berkata " kamar ini anaku yang buat ..loh"

tidak hanya itu saja dia juga bawa teman-teman pengajiannya ke rumah, dia pamerkan kamar barunya itu sambil selalu berkata dangan bangga " ini heksawati yang buat loh..."

Bayangkan hanya dengan membuat sebuah kamar.
Berapa biaya membuat kamar ? tidak sampai puluhan juta. tidak sampai membuat kita bangkrut. tapi hanya dengan kamar itu ibu bisa bangga punya anak seperti aku. 

Bagi anda yang sudah mempunyai keluarga. mungkin anda bisa hidup senang dengan anak istri /suami.
Anda lakukan yang terbaik buat mereka. Anda bisa buat mereka senang. Anda bisa ajak mereka naik mobil anda. Anda ajak buat mereka bertamasya , makan enak setiap hari. Anda bahkan buat rumah bagus untuk mereka.
Tapi pernahkah anda terpikir untuk membuat senang orang yang berada di belakang kesuksesan kita. Membuat senang ibu kita ?

Setiap ada rejeki, Yang pertama kita kasih kabar adalah anak istri / suami kita. Yang  pertama kita buat senang-senang adalah  keluarga kita.
tanpa pernah ingat untuk ikut menyenangkan ibu kita.

Kita  kalau kita ada masalah, orang yang pertama kita temui adalah ibu kita. Kita hanya ingat beliau ketika kita susah.

Masih pantaskah kita di panggil seorang anak ? masih pantaskah kita di panggil sebagai orang terhormat ?

Bagi teman-teman yang masih mempunyai ibu,..Jangan pernah sia-siakan seorang ibu.
Buatlah beliau bangga telah mempunyai anak seperti kita.
Buatlah beliau bangga hingga mau berdiri sambil menunjuk ke arah kita " Lihatlah Dia itu anakku  !!!!" 
Jangan pernah tunggu sampai terlambat.

Untuk ibu,..Semoga engkau tenang di alam sana..
Aku sayang kamu,... Ibu


Senin, 28 Maret 2011

PERKEMBANGAN SASTRA DI INDONESIA

Dijajah Jepang selama 3,5 tahun merupakan pengalaman penting dalam sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sastra pada khususnya. Bahasa Indonesia tadinya dihindari Belanda agar jangan resmi menjadi bahasa persatuan, oleh orang Jepang bahasa Indonesia dijadikan satu-satunya bahasa yang harus dipergunakan di seluruh kepulauan.
Dengan makin intensifnya penggunaan bahasa Indonesia di kepulauan Nusantara, sastra Indonesia pun mengalami intensifikasi juga. Keimin Bunka Shindomerupakan kantor pusat kebahasaan yang dibentuk oleh Jepang. Selain itu, Jepang juga mengadakan perkumpulan sandiwara dibawah P.O.S.D (Perserikatan Oesha Sandiwara Djawa ) .

Pada masa penjajahan Jepang banyak orang menulis sajak, cerpen, dan sandiwara. Sedangkan roman kurang diterbitkan hanya dua Cinta Tanah Air, karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra.
Pada masa inilah bahasa Indonesia mengalami pematangan, seperti tampak pada sajak Chairil Anwar dan prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, tetapi telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa. Usaha inilah yang menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi Indonesia yang hampir tak terbatas. Bahasa sajak Khairil Anwar bukan lagi bahasa buku yang terpisah dari kehidupan, tetapi bahasa sehari-hari yang menulang-sumsum, membersit spontan.
Kehidupan yang morat-marit juga mengajar para pengarang supaya belajar hemat dengan kata-kata. Setiap kata, kalimat, setiap alinea ditimbang dengan matang, baru disodorkan kepada pembaca. Juga segala superlativisme dan perbandingan yang penuh retorika yang menjadi cirri dan kegemaran para pengarang pujangga baru telah ditinggalkan.
Selanjutnya, coba Anda cari tahu, siapa-siapa penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu? Informasi lengkap tentang perkembangan sastra Indonesia pada periode 1942-1945 tersedia di www.geocities.com/daudp65.
Tahun 30-an
Pada tahun ini fiksi populer kembali menghangat, dengan banyaknya terbitan “roman Medan” yang R. Roolvink menyebutnya “roman pictjisan”. Sebenarnya mengapa di sebut picisan? Karena di jualnya juga se picis (sepuluh Sen).

Tahun 50-an
Yang sangat menonjol pada saat itu yaitu karya Motinggo Busye. Dan cerita-cerita silat. Karya-karya yang diterbitkanpun, kebanyakan karya-karya tahun 30-an yang belum sempat diterbitkan saat itu. Karya-karya pada saat itu penuh dengan propaganda, untuk mengganggu status kuo Jepang pada saat itu. Karya tahun 50-an hingga 70-an yang lebih mendominasi adalah cerita sex.


Tahun 70-an
Pada tahun 70-an, pertumbuhan penulis perempuan begitu pesat dan mendominasi karya-karya yang terbit. Mengapa perempuan yang mendominasi? karena Ketika industri mulai hidup, kaum wanita mulai bangkit (emansipasi). Hal ini dipengaruhi oleh budaya barat yang masuk ke Indonesia. Didukung juga oleh penerbit-penerbit yang berlabel wanita. Seperti majalah Femina (mulai terbit pada tanggal 18 September 1972) dan majalah kartini, yang didirikan oleh Lukman Umar. Majalah Kartini pertamakali diterbitkan pada tahun 1973 dan sangat populer di Indonesia.

Tahun 90-an
Pada tahun ini sastra populer sangat bergairah, tetapi yang lebih menonjol adalah sastra remajanya. Majalah-majalah remaja begitu di gandrungi. di tahun 90-an ini juga cerita Lupus semakin populer. Tapi perlu diketahui juga sastra serius mulai bangkit, ini terlihat dengan beralihnya sastra koran pada sastra serius, sehingga sastra populer dan serius mulai berbaur.

Rabu, 23 Februari 2011

ARTI KESEPIAN

Pada waktu-waktu tertentu, seringkali kita merasa kesepian. Rasa sepi bisa juga muncul di saat kita berada di tengah keramaian. Perasaan sepi ada kaitannya dengan berubahnya keadaan dalam kehidupan kita. Kehilangan seseorang yang berarti, sahabat-sahabat sudah berganti status atau pindah tempat tinggal, ataupun jauh dengan keluarga.
Kesepian yang kita alami sejatinya bukan karena kita benar-benar sendiri, melainkan adanya dorongan perasaan yang membentuk persepsi tentang perbedaan diri kita dengan lingkungan sosial kita. Menurut John T. Cacioppo, seorang ilmuwan syaraf yang telah mempelajari isolasi manusia dan koneksi selama tiga decade, kesepian bukan aktualisasi dari kesendirian melainkan persepsi seseorang tentang isolasi sosial, sehingga apa yang dilihatnya seolah-olah membuatnya berbeda, terasing dari orang-orang di sekitarnya meskipun kenyataannya tidak seperti yang dipikirkannya.
Tanpa disadari, kita mungkin sering merasa sedih, sendiri dan terasing di saat kita tahu bahwa sahabat-sahabat kita sering update status atau berkumpul di situs-situs jejaring sosial, mengadakan reuni atau sekedar bertemu di acara tertentu yang enggan kita ikuti. Perasaan seperti ini biasanya dipicu oleh persepsi tadi, “saya berbeda dengan mereka”. Faktornya, mungkin karena kita belum berubah status, belum menikah dan berkeluarga, belum sesukses mereka dan factor-faktor lain yang berhubungan dengan dominasi perasaan. Padahal, apa yang kita persepsikan tidak sepenuhnya benar. Karena itu, kesepian yang kita rasakan sejatinya merupakan respon psikologis dan fisiologis atas perubahan keadaan.
Kesepian yang kita rasakan bisa diatasi karena setiap individu memiliki kekuatan untuk memandang sesuatu dan mengubah cara pandangnya tersebut. Mengatasi kesepian bisa dikatakan seni menyeimbangkan persepsi dengan memperhatikan beberapa faktor berikut :
- Memahami dan menganalisa gejala yang muncul dalam diri kita. Kesepian jangan selalu diartikan dengan kesedihan, depresi, ketakutan atau kejenuhan. Setiap gejala bisa saja berbeda. Dengan memahami pemicunya, intensitas dan frekuensi kemunculannya, serta efek yang berpengaruh terhadap diri kita, kita bisa lebih siap mengatasi rasa kesepian itu atau bahkan menghindarinya jika akan berakibat destruktif.
- Mengubah gaya hidup kita dengan tidak melakukan kegiatan yang akan semakin menekan kita ke dalam rasa kesepian. Mengajak teman atau saudara untuk makan bersama, makan di luar, menonton film di bioskop atau bertegur sapa dengan tetangga bisa menjadi sesuatu yang membuat hidup kita berbeda. Awalnya, mungkin akan terasa sulit, tetapi hal-hal yang sederhana itu bisa memotivasi kita untuk bisa memahami dan menyelami beberapa jenis aktivitas sosial bahkan membantu memecahkan pola isolasi yang kita persepsikan. Memulai perubahan-perubahan kecil dalam keseharian kita akan berdampak pula terhadap perasaan dan cara pandang kita.
- Ketemuan, ngobrol secara langsung dengan teman-teman dari dunia maya (kopi darat). Sesekali bertemu dengan teman chatting, mengobrol dengan teman-teman baru bisa menjadi penawar kesepian. Berselancar di dunia maya memang bisa menjadi alternative sosial, tetapi tanpa adanya interaksi langsung rasa tidak akan banyak berpengaruh untuk mengatasi kesepian. Tatap muka, ekspresi dan suara secara humanis tetap tidak bisa tergantikan 100 persen oleh media teknologi.
- Berolah raga. Selain baik untuk kesehatan tubuh, olah raga juga dapat membantu menyeimbangkan faktor emosional dan psikologis kita. Saat ini banyak jenis olah raga yang memadukan olah tubuh dengan hal-hal yang bersifat meditasi, seperti yoga, spin atau latihan pernafasan. Jenis-jenis olah raga seperti ini memiliki efek mengubah pikiran, sehingga bisa berdampak pula terhadap kondisi perasaan kita. Ketika pikiran positif, perasaan juga akan semakin terasa lega. Karena itu, jenis-jenis olah raga seperti ini seringkali mengubah cara berpikir orang, membuat seseorang merasa bahagia dengan dirinya dan merasa menemukan eksistensi dirinya.
- Selalu mengingat bahwa kualitas jauh lebih penting. Kehidupan tidak hanya untuk sekedar mencapai popularitas sosial, tetapi ada tugas-tugas kemanusiaan tertentu yang menuntut kualitas kepribadian kita. Pengakuan lingkungan memang kita butuhkan, tetapi kita tak perlu merasa harus selalu sama seperti orang lain, merasa harus selalu lebih daripada orang lain dan tidak siap dengan kekurangan diri. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa yang terlihat bagus untuk orang lain, belum tentu baik untuk kita. Kualitas kepribadian kita akan menunjukkan siapa kita. Berbicara, bercerita, bertukar pikiranlah dengan orang terdekat yang benar-benar layak dipercaya atau membuat kita nyaman. Hal ini bisa membuat kita merasakan pencerahan dan membantu mengatasi kesepian.
- Menghilangkan dan menghindari rasa bersalah. Kesepian bukan semata-mata karena kita sendirian. Sebagai manusia, kita seringkali membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, merenung, dan menyepi sendiri. Di saat seperti itu, jangan merasa bersalah atau merasa mendapatkan tekanan sosial. Biarkan diri kita menempati ruang yang dibutuhkan, sehingga kita mampu mengartikan diri kita secara utuh, bukan atas persepsi “keharusan sosial” semata.
- Memiliki dan merealisasikan nilai-nilai spiritualitas melalui kegiatan ibadah dan do’a. Disadari atau tidak, kesepian itu seringkali timbul karena adanya kekosongan batin, kehampaan hubungan vertical dengan Yang Maha Kuasa. Keyakinan akan Sang Pencipta merupakan sebuah keharusan yang pada akhirnya akan menuntun kita kepada ketenangan, kepasrahan dan mengingat tujuan hidup kita. Banyak mengingat-Nya akan membuat hati kita tenang, sehingga rasa kesepian tidak menjadi malapetaka bagi kehidupan kita.

Jumat, 03 Desember 2010

FOCUS TO CAN DO CIRCLE OF MIND


Have you ever think that mengkudu or pace fruit with pockmarked surface and reeky smell or can produce result omzet 100 million per month? And more wonderful is that the omzet of uninteresting fruit is created by the old man, 61 years old who ever sick of kidney, liver and heart attack. In suggest of his family, the old man who lives in Jakarta consumes mengkudu fruit juice frequently. What's going on? Wonderfull..!! His sick is recover, and he can be alive normally without diet.
Based on experience, how efficacious it is, finally..the old man proceed this fruid to be more delicious for marketable reason to be sold. This is not easy, because the fruit is covered by dangerous slight layer despitefully there are a lot of kernel inside so that needs room temperature 10 degree celcius to avoid fungus and bactery proliferating there.
After trying frequently, the result...wow..it's amazing..!! On years 2007, start up business with financial capital Rp250 million from Kredit Usaha Rakyat (KUR). Initially, he just can proceed 200-500 kg mengkudu fruid per week, his omzet is Rp20 million per month, but right now he can proceed 1.000-2.000 kg mengkudu fruid per week. From that, the old man can reach out omzet approximately Rp.100 million per month with net margin up to 60 percent from sales of mengkudu juice. It's really..Amazing..!!
What's the message can be taken out from that story..??
Dear Wonderfull Friend...
In this life, we face 2 choices, usually called "Can Do" and "Can't Do". In the circle of life which can be included consists of : "No Control, Has Influence Condition" refers to condition out of control but can be influenced, and "Has Control". While "Can't Do" consist of: "No Control, No Influence" refers to condition that out of our control.
In the condition above. What's are you thinking about?
61 years old?
Heart attack sick, liver, kidney sick...?

You are may be thinking about:
It is Imposible, 61 years old can be productive!
It is Imposible, Heart attack sick, liver, kidney sick can be alived normally, maximum he can be alived longer by continuos medicinal treatment.

But, the real fact:
61 years old can produce omzet Rp.100 million per month.
Heart attack sick, liver, kidney sick can be alived normally without, expensive medical treatment.
When you are thinking about "impossible" (impossible to be productive, impossible to be alived normally) on that time, "Can't Do circle of mindset" fully covered your mind, and when you are thinking about "maximum to be alived longer", you are entered "Can Do, No Control-Has Influence of mindset circle" And, when the real fact, the old man of 61 years old cab be productive, his sick is recover and to be alived normally,so that the old man can press "Can't Do Circle of Mind" and to be changed by "Can Do Circle of Mind"optimiscally so that more over to undermine "Can't Do Circle of Mind" and then recover his sick, can be productive, and produce omzet Rp.100 million per month.
Dear Wonderfull Friend...
Whatever your condition and background right now, focus toward.!undermine "Can't Do Circle of Mind",grows up, "Can Do Circle of Mind" because..actually, there is no impossible think, except if you are stop to trying and endeavor.

Rabu, 01 Desember 2010

KEPEMIMPINAN SEJATI

Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.
Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat:
”I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.”
—General Ronal Fogleman, US Air Force—

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).

Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:
As for the best leaders, the people do not notice their existence.
The next best, the people honour And praise.
The next, the people fear, And the next the people hate.
When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’.

Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.
Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).

Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.

Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.

Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

Karakter Seorang Pemimpin Sejati Setiap kita memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini saya memperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang saya sebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memiliki empat makna. Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ – Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ—EQ—SQ yang cukup tinggi. Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.
Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ – bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).

Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence – quality – qi — qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.
Untuk menutup tulisan ini, saya merangkum kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan saya singkat menjadi 3C , yaitu:
1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)
2.        Visi yang jelas (clear vision)
3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)
Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).
Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: ”The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.

Selasa, 30 November 2010

Benarkah Membuat Novel atau Cerpen itu Susah??

Pernah nonton film Romeo+Juliet, Laila+Majnun, The Lucky man, Way, Residen Evil, Cannibal Holocaust, Hamlet? Mungkin banyak, tidak pernah nonton, mungkin salah satunya, atau bahkan tidak tahu film itu? Bayak hal yang telah manusia ungkapkan dalam film, novel, cerpen, dan sebagainya salah satu ungkapan mereka adalah imaginasi atau hayalan dan bayangan. Seseorang berhasil membuat sebuah naskah drama atau classic tale dengan imaginasinaya; dia berhasil membuat dunia berjalan sesuai apa yang terdapat dalam otaknya. Tahukah anda bahwa anda juga adalah sama seperti mereka yaitu penulis naskah terhebat di dunia ini. 

Perbedaannya adalah anda tidak menuliskan apa yang anda bayangkan dan tidak pernah mengintrepetasikan kedalam wadah yang menguntungkan. Sebuah missal ketika anda membayangkan menjadi seorang yang kaya dan ternama atau sebaliknya sengsara dan nestapa, anda membayangkan awal hayalan hingga akhir hayalan anda tersebut. Pertanyaannya kenapa anda tidak bisa menceritakan hayalan anda itu kepada orang lain secara mendetil. Mungkin jawabannya adalah, hayalan anda tidak penting untuk diceritakan kepada orang lain. Menurut penulis anggapan anda itu salah! Kenapa? Coba anda perhatikan cerita-cerita yang dibuat lewat film, novel, cerpen dan sebagainya adalah cerita tentang seseorang atau menceritakan kisah seorang tokoh saja. Pertanyaannya kenapa tokoh itu hanya orang lain mengapa anda tidak berusaha memunculkan tokoh anda sendiri dari hasil imaginsi anda kedalam sebuah cerita dan itu sangat menakjubkan? Jawabanya mungkin karena anda menganggap imaginasi bukan hal yang menguntungkan buat anda bahkan anda mempnyai persepsi menghayal itu adalah aktivitas yang sia-sia. Padahal angapan itu salah!! JK Rowling bisa menjdi milioner hanya karena dia bercerita bohong kepada orang-orang, Shakespeare menjadi orang ternama di jajaran sastrawan hanya karena dia mendongeng untuk orang-orang? dan masih banyak lagi orang-orang yang sama halnya seperti Shakespeare dab kawam-kawan. Pernahkah anda menghayalkan kehidupan anda dari semenjak kecil hingga dewasa dan tua dengan segala perjuangannya, pasti itu hal yang seru! Pernahkah anda menceritakan hayalan anda itu kepada kawan atau saudara anda? Kayaknya tidak, karena anda takut ditertawakan oleh mereka.

Jika anda mau potensi yang telah Tuhan berikan kepada anda yaitu imaginasi memberikan sebuah keuntungan besar hingga merubah hidup anda menjadi orang sukses. Maka persepsi anda tentang dunia hayalan dan imaginasi itu harus dirubah. Mengapa? Karena dunia imaginasi adalah harta karun yang besar yang dimilki oleh setiap orang untuk merubah dirinya menjadi orang yang besar. Mari kita lihat lebih dalam, setiap orang ketika akan menghayal pasti menentukan tema, satu poin telah anda dapatkan yaitu tema. Lalu dalam perjalanan menghayal anda akan menaburkan rintangan dan kemudahan dalam hayalan tersebut. Itu adalah konflik, konflik itu penting dalam sebuah cerita dimana konflik menjadi bumbu sedap untuk menikmati sebuah hayalan. Selanjutnya adalah taburkan rasa takut dalam cerita anda misalkan takut hantu, pejabat, tentara, ketinggian, binatang buas dan lain sebagainya; ketakutan ini akan memberi rasa taste yang tinggi. Setelah itu anda behak menentukan hayalan anda berakhir dengan macam dan ragam jenis seperti, happy ending (akhir bahagia), sad ending (akhir yang tragis), atau confious (menggantung). Sejalan dengan apa yang disampaikan Plato adalah awal tengah dan akhir. Begitulah kira-kira poin penting yang terdapat dalam alur plot sebuah cerita dramatik. Lalu mengapa sekarang sedikit sekali orang yang dapat berhasil membut cerita kehidupan atau lainya kedalam karya tulis padahal secara teori di atas membuat karya imaginer sangatlah mudah? Mungkin jawabannya adalah tidak tahu, malas atau tidak percaya diri. Bahkan anda neranggapan anda tidak pantas menjadi seorang pendongeng atau penulis nskah cerita dikarenakan anda seorang fisikawan, tehnisi, dan ragam profesi lainnya yang menyebabakan anda tidak percarya pada diri, bahwa anda pun sanggup halnya seperti sastrawan lainnya.

Langkah-langkah menulis cerita imaginasi anda adalah kertas kecil dan ball poin yang akan membantu dalam misi ini, aktivitas menghayal itu bervariatif ada yag setengah jam, satu jam dua jam bahakan sampai seharian. Kesempatan untuk anda adalah menuliskan apa yang ada hayalkan kedalam tulisan dengan bantuan kertas kecil dan ball pion itu. Tidak usah cemas dengan bahasa yang anda gunakan dalam cerita tersebut. Gunakanlah bahasa sehari-hari tidak usah pusing mikirin grammatikal dahulu, karena ini akan menghambat proses imaginasi anda. Ceritakan dan tulis! Hayalkan dan tulis! Tidak usah menunggu waktu yang tepat untuk menuliskan apa yang telah terbayang karena kelamaan menunggu waktu yang tepat maka keburu hilang dan tergantikan dengan hayalan lainnya. Tulis, dan cepatlah tulis sekarag! Jika anda telah menulis simpanlah dalam kumpulan tulisan kecil anda lalu setelah tulisan kecil itu terkumpul maka proses selanjutnya adalah mengumpulkannya kedalam sebuah cerita karangan yang akhiri dengan ediing. Dalam tahap editing ini adalah bagaimana anda dapat mendramatisir keadaan yang ada dalam cerita anda dengan memperbuas, lus,sempit, khusus, dramatisir dalam penggunaan gaya bahasa. Tugas pertama anda telah selesai, kini tinggal tahap uji coba, tawarkan cerita anda kepada saudara atau teman. Apakah setelah membaca cerita anda mereka senang, biasa saja, atau tidak suka. Setelah itu editing kedua adalah menyelaraskan sesuai pendapat pembaca entang karya karangan anda.

Tidak sulit bukan? Dalam melakukan hal apapun itu tidak akan sulit jika dari awal kita berproses tidak menuntut kesempurnaan pada hasil tapi yang wajib kita jungjung adalah kesempurnaan dalam berproses. Seberapa besar semangat anda, ketangguhan keyakinan, dan konsistensi anda untuk melakukan semua hal. Lalu setelah itu buatlah karya anda menjadi bacaan dan tontonan semua orang. Pasti akan merasa banhasgia dari apa yang telah anda lakukan (dari hal yang sia-sia menjadi hal yang luar biasa)

Minggu, 28 November 2010

PESAN IBU

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"
"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

Teman-teman yang luar biasa,

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.

Salam sukses luar biasa!

Sebelum kamu Mengeluh

Sebelum Kamu Mengeluh...

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam
hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman
hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya
mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak
mengerjakan tugasnya,
pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka
mempunyai pekerjaan seperti anda

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa...

Kita semua menjawab kepada Tuhan dan ketika kamu sedang bersedih dan
hidupmu dalam kesusahan,
tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup!

Life is a gift
Live it...
Enjoy it...
Celebrate it...
And fulfill it.

Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya. ...

It's true you don't know what you've got until it's gone
(Kamu tidak tahu apa yang telah kamu dapatkan sampai semua hal itu lenyap)
but it's also true You don't know what you've been missing until it
arrives!!!
(Kamu tidak tahu apa yang telah hilang dalam hidupmu sampai sesuatu itu
datang kepadamu)

(Anonim)

Tips Menerbitkan Novel (Part 1)

Ini termasuk pertanyaan yang sering ditanyakan. Bagaimana awal mula saya jadi penulis? Gimana novel saya bisa diterbitkan?
Beberapa penanya mungkin sekadar pengin tahu, namun beberapa yang lain, saya yakin bertanya karena ingin jadi penulis yang karyanya diterbitkan.
ok,, kita bahas cara-cara yang bisa kamu tempuh:
  1. Lomba. Penerbit atau media masa biasa menggeler lomba untuk mencari naskah dengan kriteria tertentu atau tujuan lainnya (tanggung jawab sosial untuk mengembangkan bakat remaja misalnya). Enaknya ikut lomba adalah: naskahmu pasti dibaca. Jika menang, selain naskahmu akan diterbitkan, kamu juga bakal dapat hadiah. Cermati saja pengumuman lomba-lomba ini lewat internet atau media masa. Banyak kok. Beberapa media massa –seperti majalah Femina—bahkan menggelar lomba menulis cerpen/ cerbung sebagai event tahunan mereka. Nggak Cuma lomba cerpen lho, tapi juga ada lomba menulis puisi, resensi, hingga skenario.
  1. Melalui jalur normal. Alias kamu kirimkan naskahmu ke penerbit di luar lomba. Ini justru cara yang paling gampang dan tidak terikat periode atau pun tema tertentu. Juga tidak persyaratan khusus –seperti batasan umur misalnya--. Ingat, penerbit butuh naskah setiap saat. Jika naskahmu cocok, tentu mereka akan dengan senang hati menerbitkannya.
  1. Melalui ‘naskah hunting’. Penerbit juga biasa berburu naskah. Apalagi untuk non-fiksi. Misalnya ketika mereka butuh naskah tentang cara menggunakan facebook, mereka akan mencari penulis yang bisa menyediakan naskah tersebut. Tentunya penerbit akan mencari calon penulis yang kiprahnya lumayan banyak.
Masalahnya, gimana dong agar nama kita termasuk yang diburu penerbit? Banyak-banyaklah menulis. Dan supaya tulisanmu ‘terdengar’, pasanglah tulisanmu di internet, misalnya di blog. Atau kirimkan ke media massa. Makin terekspos tulisanmu, makin besar pula kans penerbit untuk mengetahuinya.
Bisa jadi lho blogmu dilirik oleh penerbit dan karena dinilai oke, blogmu bakal diterbitkan. Eits, ini tidak sebatas pada blog yang berupa tulisan fiksi, tapi juga blog yang berisi kisah lucu, tips-tips kecantikan, komik strip, sampai kumpulan resep.
Mungkin penerbit tidak tertarik pada temamu, tapi bisa jadi mereka menilai gayamu menulis bagus, hingga mereka memesan naskah padamu.
  1. Koneksi. Punya kenalan editor majalah? Atau karyawan di penerbitan? Coba dekati mereka. Cari tahu apa yang dibutuhkan oleh majalah atau penerbit tersebut. Cobalah kamu berdiskusi dan tawarkan tulisanmu jika memang cocok. Ih, kok KKN? Nggak juga, toh kamu tidak menyuap di sini. Penerbit juga tidak akan gegabah menerbitkan novel yang buruk hanya semata karena penulisnya kenal dengan si editor.
  1. Klub. Cukup banyak perkumpulan penulis di dunia maya maupun nyata yang bisa menampung naskah para anggotanya. Klub ini bisa berupa klub jurnalistik di sekolah, klub cerpenis di internet, hingga kursus penulisan skenario.
Mereka bisa mengumpulkan naskah dan mengirimnya ke penerbit untuk diterbitkan –baik melalui seleksi alami atau kerja sama terentu—atau bila memang memiliki dana yang cukup, klub tersebut bisa menerbitkan karya anggotanya secara mandiri. Jadi, jangan ragu untuk ikut klub penulis. Selain nambah teman, nambah wawasan, bisa juga lho naskahmu diterbitkan,
Menerbitkan sendiri. Kalau memang ada dana dan energi yang cukup, kenapa tidak kamu terbitkan sendiri naskahmu? Paling gampang ya difotokopi dan dijilid dengan sederhana. Bagus lagi bila dicetak dengan mesin cetak. Kemudian edarkan sendiri! Dee (Dewi Lestari) sukses menerbitkan Supernova dengan cara ini.